SFC: Inovasi Kreatif Mahasiswa, Awal dari Keberlanjutan Pangan Dunia

Pada hari Sabtu, 24 September 2016 lalu, diadakan acara Sustainable Food Competition (SFC) sebagai pre-event dari Sustainable Food Festival (SFF) yang merupakan acara terbesar program studi Teknologi Pangan Universitas Surya. SFF sendiri terbagi menjadi tiga bagian acara, yaitu SFC, SFF, dan Stand & Act (Sustainable Food Social Project). Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatopan) sebagai acara tahunan yang baru dimulai sejak tahun 2015 lalu. Acara ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan berkelanjutan terhadap masa depan Indonesia.

SFC merupakan kompetisi riset pangan berkelanjutan dengan tema “Pentafood Innovation”. Peserta terlebih dahulu diseleksi dengan mengumpulkan abstrak penelitian mereka sebelum 12 Agustus 2016. Setelah itu, para finalis yang berhasil melewati seleksi abstrak akan masuk ke tahap oral presentation yang dilaksanakaan pada acara SFC yang bertempat di Surya University Campus Hub (SUCH), Gading Serpong, Tangerang, Banten. Dewan juri yang berperan dalam menilai oral presentation dari para finalis adalah Dr. Ihsan Iswaldi, Kepala Program Studi dan Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Surya; Tina Nurkhoeriyati, M.Sc, Dosen Program studi Teknologi Pangan, Universitas Surya; dan Uswatun Hasanah, STP, MSi, Dosen Ilmu Teknologi Pertanian, IPB.

Kegiatan SFC dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”, dan dilanjutkan dengan lagu Mars Universitas Surya. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua pelaksana, Carlins Poernomo, dan Pak Niki Prastomo selaku “Provost Surya University”. Rangkaian acara pertama adalah seminar hasil kerja sama dengan program kerja Himatopan yang lain yaitu Food Seminar and Workshop (Foodsaw). Acara seminar terdiri dari 2 sesi. Seminar pertama bertemakan “Kita dan Tantangan Pangan yang Berkelanjutan” dibawakan oleh Bapak Said Abdullah selaku Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan seminar kedua bertemakan “Keberlanjutan Pangan” dibawakan oleh Bapak Tedy Dirhamsyah selaku Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan dari Badan Ketahanan Pangan. Gerakan Kopi Persahabatan (GKP) juga ikut memeriahkan kegiatan SFC ini dengan membagikan kopi gratis kepada orang-orang dengan tujuan mengetahui respon terhadap rasa kopi tersebut. Informasi mengenai respon tersebut nantinya akan dibagikan kepada para petani kopi. Peserta seminar dipersilakan mencicipi kopi di sela waktu istirahat, antara seminar dan oral presentation. GKP juga mengadakan talkshow pada sela-sela waktu oral presentation yang dibawakan oleh Bapak Lukas Christian selaku founder dari GKP ini. Oral presentation dibawakan oleh 7 kelompok mahasiswa yang berasal dari Universitas Surya dan UNIKA Atmajaya Jakarta yang telah lolos babak seleksi abstrak. Setelah seluruh kelompok selesai mempresentasikan topik mereka, terdapat acara penutupan berupa pemberian sertifikat kepada dewan juri dan para finalis sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam acara SFC.

Pemenang dari SFC akan diumumkan pada main event SFF, yaitu SFF sendiri yang akan diadakan pada bulan Oktober mendatang. Meski kegiatan SFC telah berakhir, ini masih merupakan permulaan baru. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi pintu pertama yang membangkitkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat akan keberlanjutan pangan karena masa depan bangsa ada di tangan anak-anaknya. Wujudkan pangan berkelanjutan untuk Indonesia Jaya!

Berita Lainnya