Liputan Media: Cipta Media biayai 12 proyek seluler dan aplikasi ponsel

Ford Foundation, Wikimedia Indonesia dan ICT Watch mengumumkan 12 proyek yang akan mengembangkan aplikasi ponsel dan proyek seluler yang akan dibiayai oleh inisiatif Cipta Media Seluler.

Hibah Terbuka Cipta Media Seluler diluncurkan untuk memperkuat penggunaan teknologi seluler dalam menangani masalah keadilan sosial di Indonesia.

Ke 12 penerima hibah proyek ini dianggap mampu menjawab berbagai isu, mulai dari pembuatan sebuah aplikasi yang menyediakan akses ke layanan pekerjaan bagi orang-orang difabel, hingga ke layanan pesan pendek (sms), dan pemetaan warga untuk mengatasi berbagai masalah seperti pengelolaan sampah, transparansi pemerintah, kesehatan, dan kebebasan beragama.

Sebanyak 368 ide proyek mewakili 29 provinsi dari total 33 provinsi di Indonesia diusulkan oleh publik melalui situs www.ciptamedia.org. Ide-ide ini kemudian mengalami proses seleksi bertahap hingga mendapatkan 30 finalis. Dari 30 calon penerima hibah ini publik memiliki kesempatan memilih tiga proyek, sedangkan 27 sisanya dipilih oleh tim praktisi dan ahli lapangan.

Proses seleksi berlanjut ketika seluruh finalis bertemu dengan tim teknis dalam lokakarya di Jakarta untuk menyampaikan ide-ide mereka, mendapat masukan, dan mengembangkannya lagi hingga menjadi proposal lengkap. Dari 30 finalis dipilih 12 proyek untuk dibiayai oleh Tim Seleksi Akhir.

Tim Seleksi Akhir terdiri dari ahli teknik informatika Onno Purbo, pendiri detik.com Yayan Sopyan, aktivis sosial dan sejarawan Hilmar Farid, akademisi dan kepala staf ahli di Unit penasihat Presiden (UKP4) Yanuar Nugroho, dan program officer Ford Foundation untuk media Heidi Arbuckle.

Berbicara atas nama tim seleksi, Heidi Arbuckle mengatakan bahwa kualitas ide-ide yang diajukan para finalis mengesankan. Menurut Heidi, hal ini menunjukkan bahwa ada potensi yang sangat besar di masyarakat untuk mengembangkan ide-ide kreatif di sektor ponsel yang tidak melulu soal keuntungan, tetapi juga untuk kepentingan sosial.

"Kami juga sangat senang dengan keberagaman isu dan penyebaran geografis pemohon hibah yang masuk pada Cipta Media Seluler. Pada akhirnya kami memilih ide-ide yang akan paling menguntungkan masyarakat dari strategi penggunaan teknologi seluler oleh tim pengusul yang dianggap mampu menjadikan ide-ide ini sehingga membuahkan hasil nyata." ujar Heidi dalam press release yang diterima merdeka.com (20/6).

Dari seluruh ide yang masuk Cipta Media memetakan 33 isu lintas sektoral seperti pendidikan, hak asasi manusia, masyarakat adat, transparansi dan isu-isu perkotaan.

Sebanyak total USD 750 ribu akan dibagikan ke 12 proyek terpilih. Mereka juga akan menerima bantuan teknis dan dukungan pemanduan untuk mengembangkan proyek-proyek tersebut selama satu tahun ke depan.

Ke-12 proyek akhir yang terpilih adalah:

1. Nada dering, Wallpaper, dan Nada Sambung Panggilan (Makassar) yang diusung oleh Andi Rahmat Munawar

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan kembali anak-anak muda dengan musik tradisional dan simbolisme budaya mereka yang terlupakan melalui penyediaan akses gratis nada dering, wallpaper dan berbagai fitur untuk melambangkan selera pribadi ponsel mereka.

2. Mitra Kerja Penyandang disabilitas (Surabaya) yang diusung oleh Rubby Emir

Proyek ini akan mengembangkan aplikasi ponsel yang menghubungkan para pencari kerja difabel dengan pemberi kerja yang potensial untuk mengatasi ketidaksetaraan akses terhadap pekerjaan.

3. Sistem Informasi Integrasi Kepramukaan (Sukabumi) yang diusung oleh Mulyana Sandi

Proyek ini akan mengembangkan aplikasi ponsel untuk pramuka yang mengubah ponsel menjadi alat penting untuk pelacakan, pendidikan, dan keamanan pramuka. Proyek ini dipilih oleh masyarakat dan tim seleksi akhir.

4. Pelatihan Jaringan Seluler Nirkabel berbasis BTS Terbuka (Depok) yang diusung oleh Universitas Surya

Proyek ini akan memberikan pelatihan untuk memperluas pengetahuan lokal dan keahlian tentang cara menjalankan jaringan seluler nirkabel sumber terbuka (open source) yang menyediakan akses jaringan untuk masyarakat yang jauh dari akses telekomunikasi.

5. Solidaritas.net Media Center (Cikarang), yang diusung oleh Sarinah

Proyek ini akan mengembangkan layanan informasi ponsel dengan menggunakan gambar, video dan pesan singkat termasuk sms, whatsapp dan BBM sehingga buruh mudah mendapatkan akses informasi, konsultasi dan bantuan hukum.

6. m-Pantau KBB Menjaga Keragaman (Depok), yang diusung oleh Gamal Ferdhi

Proyek ini akan mengembangkan sebuah web dan sms berbasis pemetaan warga untuk memantau pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di 34 provinsi di Indonesia.

7. Kampanye Frekuensi Milik Publik (Jakarta), diusung oleh Roy Thaniago

Proyek ini akan mengembangkan aplikasi ponsel yang memudahkan pelaporan kasus-kasus pelanggaran televisi kepada Komisi Penyiaran dan membangun kampanye kesadaran media literasi di kalangan anak muda.

8. Situs Laporan Warga Tanah Papua Berbasis SMS (Jayapura), diusung oleh Victor Claus Mambor

Proyek ini akan menggunakan layanan pesan singkat dan alat pemetaan warga online yang memungkinkan warga melaporkan isu-isu kesehatan dan pendidikan, sehingga mengatasi hambatan geografis untuk mengakses informasi di dua propinsi di Papua.

9. Lingkar Suara Buruh Perempuan (Jakarta Utara), diusung oleh Dian Septi Trisnanti

Proyek ini akan menggunakan layanan pesan singkat, radio streaming, dan video yang membantu buruh perempuan di 5 kota untuk mendapatkan akses informasi dan layanan yang melindungi hak-hak mereka.

10. Monitoring Wilayah dan Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga (North Maluku), diusung oleh Albert Junior Ngingi

Proyek ini akan menggunakan layanan pesan singkat untuk pelaporan dan alat pemetaan warga dalam memetakan tanah masyarakat adat Dodaga sehingga memungkinkan masyarakat adat untuk menggunakan hak mereka atas wilayah adat.

11. Peta Persampahan (Bandung) diusung oleh Anilawati Nurwakhidin

Proyek ini akan mengembangkan aplikasi ponsel, web dan sms gateway untuk meningkatkan partisipasi publik dan akuntabilitas pemerintah dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

12. Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa (Cilacap), diusung oleh Yossy Suparyo

Proyek ini akan meningkatkan sistem informasi desa sehingga dapat diakses dengan bandwidth rendah, pengguna smartphone kualitas rendah (lowend) untuk memastikan pemerintah di tingkat desa yang bertanggung jawab.

Untuk mengetahui lebih lanjut rincian setiap proyek, kunjungi http://www.ciptamedia.org/

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/cipta-media-biayai-12-proyek-seluler-dan-aplikasi-ponsel.html

Berita terkait: http://inet.detik.com/read/2014/06/21/094913/2614998/398/ict-watch-umumkan-12-proyek-pengembangan-aplikasi

Berita Lainnya