Semangat Indonesia Jaya oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan dalam Konferensi Internasional, Cleanup World Conference Di Estonia 2019.

Pada tanggal 24-27 Januari 2019, Ivan Hartanto (Teknik Lingkungan 2014) dan Tasia Rosalina Tedjo Purnomo (Teknik Lingkungan 2015) mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari tujuh delegasi Indonesia yang menghadiri acara Clean World Conference 2019 di Estonia. Konferensi ini membahas mengenai pencapaian kegiatan World Cleanup Day 2018 atau hari bersih-bersih sedunia, yang dilakukan pada 15 September 2018 dan melibatkan lebih dari 17 juta relawan di 158 negara. Konferensi yang berlangsung selama empat hari ini diadakan oleh Let's Do It Foundation di Estonia, dan dihadiri oleh berbagai delegasi dari 70 negara.


Kegiatan Clean World Conference 2019 dibuka oleh Presiden Estonia, Kersti Kaljulaid yang  mendukung kegiatan World Cleanup Day dan berterima kasih kepada setiap pihak yang terus bergerak untuk lingkungannya. Beliau pun tidak lupa mengirimkan pesan kepada semua delegasi tentang “What can i help?” yang bertujuan untuk mengajak delegasi berpikir tentang apa yang bisa kita bantu sebagai orang di posisi tertentu, sebagai orang yang ahli pada bidang tertentu dan sebagai manusia yang tinggal di bumi.
Selain diisi oleh berbagai sesi dan workshop, tim Indonesia pun mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil kegiatan di depan seluruh delegasi konferensi, sebagai negara peringkat pertama dengan jumlah relawan bersih-bersih terbanyak sedunia (7,6 juta relawan). 


Pada salah satu hari di konferensi tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk membuka ruang diskusi (open space). Kesempatan ini pun, ternyata diambil secara serius oleh Tasia dan Ivan. Mereka pun melihat kesempatan ini sebagai cara mengasah kemampuan berinteraksi, serta  kesempatan memimpin diskusi dengan delegasi lain. 
Tasia membuka open space tentang Ten Islands Project yang diadakan di platform kerja sama Indonesia dan Estonia bernama CitizenOS. Proyek yang dikerjakan oleh Tasia bersama tim CitizenOS memiliki tujuan untuk menghadirkan ruang diskusi online tentang masalah persampahan di 10 pulau di Indonesia. 
Di sisi lain, Ivan mengambil kesempatan ini untuk menceritakan hasil magang dan tugas akhirnya, yang berupa pendekatan spasial dalam mengkaji data persampahan yang terdiri dari cara mengetahui pelayanan pemerintah Dinas LingkunganTangerang Selatan melalui GPS di truk sampah, menceritakan info TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Kota Tangerang dan Tangerang Selatan , hingga penggunaan storymap untuk mengemas cerita dengan fitur peta.

Setelah kembali ke Indonesia, Ivan dan Tasia mengucapkan terima kasih untuk segala pihak yang terus mendukung kami untuk memberikan dampak sebagai mahasiswa teknik lingkungan Surya University. Kami yakin kepedulian masyarakat Indonesia melalui World Cleanup Day 2019 akan semakin bertambah dan pelan-pelan berubah menjadi mindset tentang setiap orang memiliki peran untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah

Berita Lainnya