Mahasiswa HCI-SU terpilih mengikuti Nagaoka Summer School for Young Engineers 2016 (NASSYE)

Satu lagi prestasi ditorehkan oleh mahasiswa Surya University. Salah satu mahasiswa Prodi Human Computer Interaction (HCI), Hani Luliana, terpilih sebagai salah satu peserta dalam program Nagaoka Summer School for Young Engineers 2016 (NASSYE) di Jepang. Program NASSYE ini diadakan selama 10 hari terhitung dari tanggal 22 Agustus 2016 hingga 31 Agustus 2016 di Nagaoka, Jepang. Peserta NASSYE 2016 terdiri dari 21 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai negara.

Dalam program tersebut, Hani yang mengangkat topik riset Bio-signal feedback interface: theory and application dalam proposal penelitiannya dibimbing oleh Profesor Nomura Shusaku. Hani berkesempatan mendapat pembelajaran tentang teori-teori yang melandasi sistem bio-signal feedback dan diperkenalkan dengan berbagai sistem bio-signal feedback yang telah dikembangkan oleh para peneliti dari laboratorium Ambient Biomedical Engineering di bawah Departement Management and Information Systems Engineering, Nagaoka University of Technology (NUT).

Selain beraktivitas di laboratorium, selama 2 hari peserta juga mengunjungi tiga perusahaan besar yaitu Union Tool, East Japan Railway Company Shinanogawa Power Plant, di mana peserta melihat secara langsung sistem pembangkit listrik tenaga air yang memproduksi energi listrik untuk menggerakkan seluruh kereta JR di Jepang bagian timur, dan Snow Peak. Peserta juga mengunjungi Niigata Prefecture Museum of History. Pada hari terakhir, setiap peserta mendapatkan kesempatan mempersentasikan apa yang mereka dapat selama program NASSYE 2016 tersebut. Selamat untuk Hani dan teruslah berkarya untuk Indonesia Jaya.

Berita Lainnya

Surya University
Program Studi Bioteknologi di Surya University mengajarkan mahasiswa bahwa semua bidang bioteknologi adalah sangat berguna dimana berbagai aspek tersebut dilambangkan sebagai warna dalam bioteknologi. Bioteknologi merah berhubungan dengan kedokteran dan farmasi, misalnya berkaitan dengan pembuatan antibiotik, analisa penyakit di laboratorium, penggunaan stem cells, dll. Bioteknologi abu-abu berkenaan dengan aspek lingkungan, seperti bioremediasi, yaitu penggunaan mikroba untuk menanggulangi masalah pencemaran lingkungan. Bioteknologi putih berhubungan dengan industri, seperti produksi plastik biodegradable dan biodiesel. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pangan dan tumbuh-tumbuhan, seperti fermentasi tempe, tauco, oncom, dan alcohol. Bioteknologi biru berhubungan dengan kelautan, seperti cara pengawetan ikan dan berbagai biota laut lainnya.