Konferensi Nasional: Arising the Next-Generation Indonesian Life Scientists

Konferensi Nasional “Arising the Next-Generation Indonesian Life Scientists : Towards a New Paradigm in Life Science Research” merupakan  rangkaian  kegiatan yang diselenggarakan oleh Interdisciplinary Life Science Laboratory (ILSL) Departemen Biologi Surya University bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bioteknologi dan Neurosains (HMBN). Bermula dari kesadaran akan pergeseran paradigma juga perkembangan terbaru dalam pendidikan dan penelitian life science di Indonesia, konferensi inipun direncanakan. Konferensi yang diselenggarakan selama dua hari, 31 Agustus 2016 sampai 1 September 2016, ini terdiri dari rangkaian seminar, online lecture, Focus Group Discussion (FGD), Workshop, dan juga kompetisi presentasi oral.

Sebanyak 171 orang peserta menghadiri rangkaian seminar yang diselenggarakan selama dua hari. Sebanyak empat orang pembicara yaitu, Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Antonius Suwanto dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Mardi Wu sebagai CEO dari PT. Nutrifood Indonesia, dan Dr. Tatas Brotosudarmo dari Ma Chung University. Selain keynote speaker yang membawakan materi secara langsung dalam seminar, terdapat sebuah online lecture yang disampaikan oleh Associate Prof Dr. Brian F. Pfledger dari University of Winsconsin, Madison mengenai tren dan tantangan dalam metabolic engineering dan synthetic biology.

Focus Group Discussion (FGD) bertujuan untuk menjawab tema ”Pendidikan Ilmu Hayati di Indonesia”. Tiga buah pertanyaan terkait dengan kesenjangan pendidikan ilmu hayati saat SMA dan kuliah, program yang dapat diimplementasikan, dan sistem yang mendukung keberlanjutan pendidikan ilmu hayati, diajukan kepada 29 orang peserta FGD yang dipandu oleh tiga orang moderator. Diskusi berlangsung kondusif selama 45 menit, oleh peserta yang berasal dari ragam program studi seperti Biologi, Teknologi Pangan, Informatika, dan Teknik Kimia. Hasil dari FGD kemudian disampaikan oleh perwakilan kepada forum seminar berupa poin-poin yang kemudian didiskusikan melalui tanya jawab. Sebagai penutup FGD, dilakukan penandatanganan hasil diskusi oleh perwakilan kelompok dan Astari Dwiranti Ph.D. selaku ketua Organizing Committee dari konferensi ini.

Workshop yang diselenggarakan dalam konferensi ini terdiri dari dua topik, yaitu “Metabolic Engineering and Synthetic Biology” oleh Dr. Yalun Arifin dari Curtin University dan “STEM Education”  oleh Dr. Fransiskus X. Ivan. Workshop berlangsung selama dua hari dengan total 7 jam dan diikuti oleh 33 orang peserta. Tujuan dari workshop yang diselenggarakan ini adalah mengajak peserta untuk langsung turun tangan dan mempraktikkan beberapa aplikasi ilmu hayati terkait dengan komputasional dan aplikasinya pada perkembangan masa kini.

Rangkaian acara terakhir adalah kompetisi presentasi oral yang diikuti oleh 12 tim dengan abstrak yang terpilih melalui proses seleksi. Tim yang berkompetisi tidak hanya berasal dari Surya University, ada pula tim dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung. Peserta kompetisi memaparkan hasil penelitiannya dihadapan tiga orang dewan juri pada ruang konferensi. Tema utama yang dilombakan adalah  Life Science, dengan subtema Bioinformatics and Computational Biology, Biotechnology and Biological Engineering, Food Science, Neuroscience. Pada akhirnya dipilih tiga tim pemenang yaitu Bryan Raharja dari Surya University dengan judul “Pemanfaatan Gastronomi Komputasional Dalam Pengembangan dan Identifikasi Pangan Tradisional Indonesia” sebagai pemenang pertama, Lucia Purwanti,  Agusta Indahing Tyas, Ida Ayu Putu Putri Setyawati dari Universitas Indonesia dengan judul “ Tooth Spray dengan Bahan Aktif Casein Phosphopeptide – Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP) dan Ekstrak Etanol Propolis (EEP) untuk Menghambat Demineralisasi Gigi” sebagai juara kedua, dan Adam Darsono, Madarina Wasissa, Ghoniyun Annafik dari Universitas Gajah Mada  dengan judul “Meningoencephalitis in Animal Model of Mouse (Mus musculus) Infected by Streptococcus suis Isolated from Pigs and Human in Papua Infection” sebagai juara ketiga.

Konferensi Nasional “Arising the Next-Generation Indonesian Life Scientists : Towards a New Paradigm in Life Science Research” juga terselenggara berkat dukungan dari USAID. Sesuai dengan tujuan terselenggaranya acara, diharapkan konferensi ini juga dapat memicu pemikiran baru dalam praktik life science di Indonesia dan menyediakan rekomendasi terkait pendidikan dan penelitian life science kepada stakeholder dalam lingkungan akademis maupun pemerintahan Indonesia.

Berita Lainnya

Surya University
Program Studi Bioteknologi di Surya University mengajarkan mahasiswa bahwa semua bidang bioteknologi adalah sangat berguna dimana berbagai aspek tersebut dilambangkan sebagai warna dalam bioteknologi. Bioteknologi merah berhubungan dengan kedokteran dan farmasi, misalnya berkaitan dengan pembuatan antibiotik, analisa penyakit di laboratorium, penggunaan stem cells, dll. Bioteknologi abu-abu berkenaan dengan aspek lingkungan, seperti bioremediasi, yaitu penggunaan mikroba untuk menanggulangi masalah pencemaran lingkungan. Bioteknologi putih berhubungan dengan industri, seperti produksi plastik biodegradable dan biodiesel. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pangan dan tumbuh-tumbuhan, seperti fermentasi tempe, tauco, oncom, dan alcohol. Bioteknologi biru berhubungan dengan kelautan, seperti cara pengawetan ikan dan berbagai biota laut lainnya.