Universitas Surabaya Mengadakan Pelatihan Internal Auditor di Universitas Surya

Universitas Surabaya (UBAYA) merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang dipilih oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai pelaksana teknis Program Perguruan Tinggi (PT) Asuh yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti. PT Asuhan adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada pada kluster 3 dan 4 sesuai Surat Keputusan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 2217/C/Kep/VIII/2018, Tanggal 16 Agustus 2018 untuk PT yang berbentuk Universitas, Institut, atau Sekolah Tinggi dan No 2189/C/Kep/VIII/2017, Tanggal 16 Agustus 2017 untuk PT yang berbentuk Politeknik atau Akademi. Program Asuh merupakan program Kemenristekdikti dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi untuk membangun budaya mutu, melalui pendampingan dalam membangun, melembagakan dan memfungsikan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan oleh perguruan tinggi unggul kepada perguruan tinggi asuhan.

Untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Kemenristekdikti, maka mulai tanggal 17 s.d. 18 Juli 2019, UBAYA melakukan serangkaian kegiatan pendampingan bagi sejumlah perguruan tinggi asuh yang salah satunya adalah Universitas Surya.

Pada kegiatan hari pertama, Universitas Surya dan UBAYA melakukan perbahasan terkait dengan pengelolaan akademik, pengembangan managemen Universitas ke depan dan gugus kendali mutu. 
Sebagai tindak lanjut dari pembicaraan hari pertama, di hari kedua, Tim Direktorat Penjaminan Mutu dan Audit Internal UBAYA, yang diwakili Bapak Gunawan, Ph.D. dan Bapak Arif Herlambang, M.Si. melakukan pelatihan khusus kepada para tim Internal Auditor Universitas Surya.

Bapak Gunawan menekankan agar melalui kegiatan Pelatihan Teknis ini, Tim Internal Auditor Universitas Surya dapat semakin bersinergi dan berkolaborasi dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Surya dalam meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Universitas Surya ke depannya. Adapun tujuan SPMI yaitu Memelihara dan meningkatkan mutu Perguruan Tinggi secara berkelanjutan (continuous improvement), yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi secara internal untuk memenuhi Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), mewujudkan visi dan misi Perguruan Tinggi, serta memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Arif menegaskan bahwa Audit Internal (AI) adalah Proses yang sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauhmana kriteria audit telah dipenuhi. AI adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi. Tujuan diadakannya AI yaitu untuk memastikan bahwa Sistem penjaminan mutu / pengendalian internal telah dilaksanakan dengan baik, Informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan, Risiko yang dihadapi Perguruan Tinggi telah diidentifikasi dan diminimalisasi, Peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah dipenuhi, Kriteria operasi (kegiatan) yang memuaskan telah dipenuhi, Sumberdaya telah digunakan secara efisien dan ekonomis serta tujuan organisasi (Visi dan Misi) telah dicapai secara efektif.

Di samping itu Bapak Arif menekankan bahwa pelaksanaan Audit Internal juga bertujuan untuk menilai kesesuaian sistim manajemen mutu (SPMI) terhadap standar Mutu yang telah ditetapkan, menilai kesesuaian terhadap persyaratan akademik/non akademik dan peraturan yang berlaku, menilai efektivitas penerapan, pemeliharaan dan penyempuranaan SPMI/Pengendalian Internal, menilai pencapaian sasaran-sasaran mutu dan masukan untuk penyempurnaan SPMI.

Seluruh proses Audit Internal ini akan sangat bermanfaat bagi organisasi dalam hal ini Perguruan Tinggi dalam rangka peningkatan pelayanan dan kualitas Perguruan Tinggi ke depannya. Adapaun manfaat dari Audit Internal ini bagi Perguruan Tinggi yaitu menginformasikan kesehatan sistem kualitas, Identifikasi akar masalah dan tindakan korektif, Alokasi sumberdaya yang lebih baik, mampu menghindari masalah besar yang potensial terjadi dan perbaikan berkesinambungan (Continuous Improvement). Seluruh proses ini bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal dan dalam upaya mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.