Mangroventure 2017-2019, Hasil Kerja Nyata Teknik Lingkungan Surya untuk Pantai Pulau Pari

Sudah hampir dua tahun yang lalu sejak tanggal 29 -30 Juli 2017, Mahasiswa Teknik Lingkungan Surya University mengadakan acara Mangroventure di Pulau Pari. Kegiatan 2 hari 1 malam yang diikuti oleh 23 peserta berhasil menanam 500 bibit di Pulau Pari.  Acara mangroventure pun hadir sebagai wujud implementasi pembelajaran mata kuliah Mitigasi Adaptsi Perubahan Iklim yang dibimbing oleh Dr. Maxi Elias Timotius Parengkuan.

Setelah dua tahun acara mangroventure tahun 2017, pada tanggal 27 Februari 2019, Ivan Hartanto selaku panitia Mangroventure (Teknik Lingkungan 2014) berinisiatif untuk kembali menghubungi Pak Saiman, pihak LIPI Pulau Pari untuk menanyakan kondisi mangrove yang telah ditanam tahun 2017. Pesan balasan dari Pak Saiman pun sangat memuaskan karena beliau mengirimkan foto mangrove yang terlihat tetap dirawat dan bertumbuh dengan baik. Terlebih lagi, dalam pesan balasannya, beliau tidak sungkan untuk mengatakan “ Kapan main ke sini lagi?” seraya mengajak kembali mahasiswa Teknik Lingkungan untuk kembali berlibur dan beraksi di Pulau Pari.

Mendengar kabar tersebut, pesan dari Pak Saiman pun langsung diteruskan oleh Ivan kepada Husan Muhammad Iqbal selaku Ketua Acara dari Mangroventure. Setelah mendapatkan info ini Husain menitip pesan ”Terima kasih atas kabar baik ini, terutama kepada Pak Saiman dan tim Mangroventure. Jangan lupa moto kita. Mangroventure, My mangrove My Adventure“ tutup Husain Muhammad Iqbal saat dikontak oleh Ivan untuk melaporkan kondisi mangrove yang sudah ditanam 2 tahun yang lalu.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.