Berkunjung ke Titik Ujung Pengelolaan Sampah di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang

Dalam alur perjalanan sampah, tempat pemrosesan akhir (TPA) adalah tahap terakhir untuk mengolah dan membuang sampah yang akan dipadatkan dan ditutup dengan tanah. Pada hari Senin 17 Desember kemarin, mahasiswa Teknik Lingkungan Surya University angkatan 2015 berkesempatan melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memahami proses pengelolaan limbah padat sekaligus melihat berbagai unit pengolahan yang terdapat di TPA Rawa Kucing. 

TPA Rawa Kucing adalah fasilitas persampahan dengan sistem sanitary landfill yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Fasilitas seluas 35 hektar ini melayani 13 kecamatan dan 114 kelurahan di seluruh Kota Tangerang dan dapat menampung sekitar 1500 Ton sampah per harinya. Saat berkunjung, para mahasiswa mengelilingi sebagian kompleks TPA dan melihat berbagai macam fasilitas, dari jembatan timbang truk sampah, lahan landfill, unit pengolah air lindi, kolam resapan, unit produksi kompos dari sampah organik, nursery atau pembibitan tanaman, perpipaan gas metan, dan unit bank sampah. Pada TPA ini, sampah organik dari pasar diolah menjadi kompos atau pupuk untuk nursery TPA Rawa Kucing, serta dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Air lindi yang berasal dari sampah yang membusuk akan diolah dan ditampung di kolam resapan untuk menyirami taman TPA, sedangkan gas metan dari landfill dialirkan melalui pipa dan dapat dipakai untuk menyalakan api. 

Walaupun sebagian besar lahan TPA Rawa Kucing masih sangat memadai untuk menampung banyak sampah, namun upaya reduksi, guna ulang dan daur ulang (reduce, reuse, recycle) tetap harus diutamakan dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.