Aplikasi Ilmu Persampahan dan Visualisasi Data Spasial Prodi Teknik Lingkungan untuk Membantu Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan

Pada tanggal 8 November, Ivan Hartanto, Mahasiswa Teknik Lingkungan 2014 mengundang perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan Bidang Persampahan untuk hadir menjadi penguji luar pada presentasi tugas akhirnya.

Tugas akhir dengan judul "Kajian Pengangkutan dan Potensi Energi Sampah Kota Tangerang Selatan tahun 2017 dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis" disambut baik oleh pihak pemerintah karena merupakan pendekatan yang baru untuk melihat persampahan dengan aplikasi teknologi yang tidak terbatas pada pengolahan. 

Presentasi hasil tugas akhir ditutup dengan kalimat dari Pak Odji Resanto, selaku perwakilan DLH Tangsel bidang persampahan, yakni "Pertama-tama saya ingin mengapresiasi Ivan karena berani untuk mencoba mendekatkan diri dan membantu kami di bagian persampahan kota Tangerang Selatan. Ini hal baru bagi saya untuk menjadi penguji luar di sidang tugas akhir mahasiswa, terlebih melihat antusias seorang mahasiswa untuk membuat penelitian yang membantu pemerintah"

Penelitian-penelitian di Surya University menjunjung tinggi nilai sinergisitas, karena sudah sepatutnya dari pihak akademisi dan pemerintah saling bekerja sama untuk membuat penelitian yang aplikatif dan membantu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.