Mahasiswa Teknik Lingkungan Menjadi Pembicara Dan Mewakili Jakarta Dalam Acara Hari Aksi Bersih Berskala Dunia

“Peka terhadap momentum dan mencoba turut andil dalam aksi adalah mental pemuda Indonesia masa depan” Ujar Ivan saat memaparkan presentasinya di depan delegasi dari 34 provinsi, serta pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pada kesempatan ini, Ivan mewakili Gerakan Mari Berbagi, komunitas social berbasis nilai giving back mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembicara di sesi Inspirational Talk dalam acara Leaders Academy Indonesia pada tanggal 6-9 September 2018. Dalam durasi sharing selama 30 menit, Ivan mencoba berbagi tentang tiga hal yang ia temukan dalam bidang Youth Development. Tiga hal tersebut adalah Sense of Momentum, Moment of Changes, dan Giving Back sebagai bensin para pemuda dalam bergerak untuk Indonesia. Tidak hanya itu, Ivan pun melakukan simulasi Value Based Principle yang mengajak para delegasi untuk memilih lima value dari 100 value yang dicantumkan pada presentasinya, lalu ia meminta para delegasi untuk memilih tiga dari lima value tersebut.

Poin yang ingin disampaikan dalam sesi tersebut adalah kita sebagai leader dari setiap provinsi harus sadar atas nilai yang kita pegang. “Tanpa kita sadari setiap pemimpin tentu harus memiliki prinsip nilai dalam dirinya, nilai yang tentu bukan untuk menyombongkan diri, namun nilai yang hadir untuk lebih mengenal diri sendiri” jelas Ivan saat menutup presentasinya tentang value based principle.

Adapun acara puncak setelah pelatihan ini, yakni World Clean Up Day ( Hari Aksi Bersih Dunia) yang dilakukan di 150 negara pada tanggal 15 September 2018. Dengan membawa #kami13juta yang memiliki arti 5% jumlah penduduk Indonesia, kami mengajak kita semua untuk berpartisipasi menjadi bagian dari sebuah perubahan untuk indonesia bebas sampah 2020.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.