Mahasiswa Teknik Lingkungan SU menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam Simulasi Sidang PBB bertemakan Aksi Iklim di Malaysia

Tasia Rosalina Tedjo Purnomo, mahasiswa Teknik Lingkungan Surya University angkatan 2015 telah terpilih menjadi salah satu dari 365 peserta yang lolos mengikuti simulasi sidang PBB “17 Global Goals Model United Nations (MUN)” yang diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 13-16 April 2018 ini terdiri dari sesi simulasi sidang, simposium internasional Tujuan Berkelanjutan oleh 7 panelis ternama dari negara Indonesia dan Malaysia, dan malam pentas budaya. Forum ini diikuti oleh peserta dengan asal dan latar belakang yang sangat beragam, baik dari negara-negara Asia Tenggara, Asia Timur dan Selatan, negara-negara Afrika, hingga Amerika Latin.

Tema besar dari MUN ini adalah 17 Global Goals / Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB tahun 2030, yaitu panggilan aksi universal untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan dampak perubahan iklim. Dalam simulasi sidang PBB, peserta akan memerankan salah satu negara berikut sisi pandang dan kebijakan politik negara tersebut. Peserta akan berdiplomasi bersama peserta perwakilan negara lainnya untuk menyelesaikan suatu masalah dunia nyata, sehingga menghasilkan resolusi akhir dari topik permasalahan sidang tersebut. 
Dengan latar belakang sebagai mahasiswa dari Fakultas Energi Bersih dan Perubahan Iklim, Tasia mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai negara Swedia dalam forum Goal #13 - Climate Action dengan subtopik “Integrating Climate Measures into National Policies.”

“Acara internasional, khususnya MUN ini, mengubah pandangan awal saya mengenai negara lainnya serta membantu saya mengenal diri lebih baik sebagai bagian dari masyarakat global. Sebagai pemudi Indonesia yang tinggal di era yang terglobalisasi dan dibesarkan oleh nilai Pancasila, kita perlu menyadari bagaimana kita dengan mudah dapat saling terhubung dengan negara lainnya secara global, dan bahwa setiap aksi lokal yang kita lakukan sangat berarti untuk dunia yang lebih baik.”

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.