Program Studi Agribisnis SU Menggandeng ASPEBTINDO Memperkenalkan Pasar Berjangka Komoditi pada Kaum Milennial

Pada Senin, 23 Juli 2018, Program Studi Agribisnis Universitas Surya melakukan penandatanganan MoU dan Kerjasama dengan ASPEBTINDO (Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia). Pertemuan ini dihadiri oleh pihak Universitas Surya; Lindawati, PhD selaku Rektor, Venty F. Nurunisa, S.E., M.Sc., M.Si. selaku Kepala Program Studi Agribisnis, Desriana Maya Sari T., M.Sc. selaku Dosen Agribisnis, dan pihak ASPEBTINDO; Fridericus Winsnu Broto selaku Ketua Umum, Chrisnawan Triwahyuardhianto selaku Direktur Eksekutif, Jacob selaku Sekretaris, Ricky Irawan selaku Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Irawan Tjindana selaku Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Endang Sutisna selaku Wakil Ketua Bidang Hukum dan Etika, Kadjatni selaku Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Profesi, Joni Rizal selaku Bendahara dan Adrian Zenggi selaku Staff Khusus.

Acara  diawali dengan pemaparan mengenai situasi perdagangan berjangka komoditi pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan dan perikanan) di Indonesia oleh Ketua ASPEBTINDO, dan pentingnya peranan generasi muda pada pasar berjangka di Indonesia. Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai kerjasama untuk program studi Agribisnis Universitas Surya.

Kerjasama yang telah disepakati bersama ini meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan dan penelitian terkait Perdagangan Berjangka khususnya untuk komoditas pertanian (kelapa sawit, kopi, beberapa jenis ikan, serta hasil olah dari beberapa komoditas pangan). Prodi Agribisnis, Universitas Surya merupakan program studi pertama dan satu-satunya yang memiliki Mata Kuliah Pasar Berjangka Komoditi dalam kurikulumnya, yang diajarkan setiap semester ganjil. Pihak ASPEBTINDO akan mengajarkan langsung kepada mahasiswa Agribisnis mengenai Pasar Berjangka Komoditi. Bentuk kerjasama ini sangat menarik, dikarenakan di jaman era digital seperti saat ini, generasi muda sangat dituntut untuk mengerti konsep tentang perkembangan pasar berjangka komoditi yangmana berkaitan erat dengan komoditi-komoditi penyumbang devisa negara. Jika pada umumnya mahasiswa S2 yang akan menerima mata kuliah mengenai Pasar Komoditi Berjangka ini, namun di Universitas Surya, mahasiswa S1 Agribisnis sudah bisa mendapatkan ilmu dan mengambil riset di bidang pasar berjangka komoditi.

Pertemuan dan penandatanganan MoU dan kerjasama antara Program Studi Agribisnis dan ASPEBTINDO berjalan lancar. Setelah adanya perbincangan dari kedua belah pihak, kedepannya akan dilakukan kerjasama dengan prodi-prodi lain (khususnya Fakultas Sosial Ekonomi) Universitas Surya, baik untuk mahasiswa maupun pelatihan untuk para dosen.

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.