Liputan Media: Mahasiswa Indonesia-Korea Atasi Permasalahan Turis di Batam

JAKARTA - Program studi Technopreneurship Surya University berkolaborasi dengan Catholic University of Daegu (DCU) Korea Selatan, Universitas Internasional Batam, SociopreneurID dan Ruang Kreasi Batam, mengadakan rangkaian acara pembekalan.

Acara ini digelar untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu memecahkan persoalan real di lapangan yang diberi nama UIB International Start Up Camp.

Adapun acara ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 10 orang mahasiswa Indonesia dan 20 orang mahasiswa Korea Selatan.

"Tujuan dari acara ini adalah untuk melahirkan ide-ide yang dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan turisme di Kota Batam," ujar Founder SociopreneurID Dessy Aliandrina.

Untuk itu, kata Dessy, acara ini dibuat seperti sebuah camp dengan model experiential learning yang mengasyikkan dan kreatif. Rangkaian acara terdiri dari Empathy Week yaitu peserta diajak untuk melakukan observasi ke tempat-tempat wisata yang ada di Batam seperti mall, tourist spot dan rumah ibadah.

Sebelumnya peserta juga diajak untuk mengikuti industrial visit di Malaysia dan Singapura untuk mengunjungi beberapa perusahaan dan pariwisata yang ada di kedua negara tersebut.

"Setelah melakukan observasi, peserta melakukan tahapan ideasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang mereka temukan di lapangan," imbuh perwakilan dari Technopreneurship Surya University Heru Wijayanto.

Selama camp, peserta juga mengikuti English Class yang mengajarkan mereka tentang cara melakukan presentasi yang baik dan benar dalam Bahasa Inggris. Selain itu, peserta juga mengikuti Cultural Week yang memperkenalkan budaya Indonesia seperti tarian daerah, membatik, dan Bahasa Indonesia.

Sumber: https://www.jpnn.com/news/mahasiswa-indonesia-korea-atasi-permasalahan-turis-di-batam

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.