BioFest 2018

BioFest 2018 merupakan kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi. Kegiatan ini meneruskan usaha BioFest 2017 dalam memperkenalkan bidang keilmuan Bioteknologi dan Neurosains kepada  masyarakat luas. BioFest 2018 diadakan di Surya University Campus SETOS yang terletak di kawasan Great Western Resort. Rangkaian kegiatan BioFest 2018 dibagi menjadi dua, yaitu seminar bertaraf nasional dan workshop yang dibentuk menyerupai escape game. Seminar akan diadakan pada tanggal 21-22 April 2018 sedangkan workshop akan diadakan pada tanggal 28 April 2018.


BioFest 2018 akan menghadirkan pembicara-pembicara yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya untuk menyampaikan topik-topik dalam seminar. Tahun ini, BioFest 2018 berfokus pada tiga warna Bioteknologi dan satu warna Neurosains. Tiga warna Bioteknologi tersebut adalah warna merah (Bioteknologi Medis), warna abu-abu (Bioteknologi Lingkungan), dan warna putih (Bioteknologi Industri). Seminar bertemakan Bioteknologi akan diadakan pada tanggal 21 April 2018, sedangkan seminar bertemakan Neurosains akan diadakan pada tanggal 22 April 2018. Seminar nasional ini terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen dan guru, peneliti, dan bahkan praktisi industri.


Workshop berbentuk escape game yang akan diadakan pada 28 April 2018 dibuat sebagai sarana untuk menunjukkan aplikasi dari ilmu Bioteknologi dan Neurosains dalam kehidupan sehari-hari. Workshop didesain secara seru dan interaktif, sehingga cocok diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.