Universitas Terbaik Rusia bidang Ekonomi berkunjung ke Surya University untuk Kerjasama

Hubungan antara Indonesia dan Rusia telah dimulai sejak lama yaitu pada masa pemerintahan orde lama. Pada masa itu Rusia membantu Indonesia dalam bidang pertahanan keamanan dengan mengirimkan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sehingga pada masa itu, Indonesia merupakan negara yang terkuat militernya di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia menjadi Macan Asia.

Berlandasakan awal hubungan yang baik tersebut, Indonesia dan Rusia semakin meningkatkan hubungan kerjsama di bidang lainnya. Rusia memberikan dukungan dalam bentuk: pembangunan Stadion Senayan (sekarang menjadi Gelora Bung Karno), mendirikan pabrik Krakatau Steel, pembangunan Patung Tani di Jakarta, pembangunan jalan raya di Kalimantan, penelitian reaktor nuklir di Yogyakarta, mendirikan Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, dan kerjasama dengan Departemen Teknik Universitas Pattimura Indonesia.

Hubungan antara kedua negara tersebut pernah mengalami pasang surut di masa orde baru dan kemudian meningkat lagi di masa pemerintahan tahun 2003 dengan semakin luas bidang kerjasamanya yaitu di bidang politik, ekonomi, perdagangan, transportasi, energi, serta pendidikan dan kebudayaan.
Pada 30 November 2017 lalu telah dilaksanakan pertemuan antara Surya University, yang merupakan universitas berbasis riset di Indonesia, dengan National Research University-Higher School of Economics (HSE) Russia (The Best 68th Rank of the World Universities in Economics by QS World University Ranking 2017, and The 1st Rank of Universities for Economics in Russia).

Pertemuan diawali dengan kegiatan guest lecture dengan tema “Hubungan Kerjasama antara Indonesia dengan Rusia dalam Bidang Science, Pendidikan dan Kebudayaan” di Surya University, dengan para narasumber:

  • Svetlana Krivokhizh, Ph.D., Alevtina Iagodova, Ph.D., Julia Vasilieva, Ph.D., yang memaparkan tentang sejarah kerjasama Indonesia dan Rusia serta budaya Rusia.
  • Konstantin Platonov dan Dr. Glinkin Vitaly (dari Embassy Russia) yang memaparkan tentang sistem pendidikan di Rusia.

Selesai acara dilanjutkan dengan pertemuan resmi antara universitas yang membahas kerjasama antara universitas yaitu:

  • Publikasi penelitian bersama di bidang ekonomi.
  • HSE Rusia sedang melakukan penelitian tentang ASEAN dan Surya University akan membantu dalam penelitian tentang ASEAN.
  • Surya University memperkenalkan Program Studi Green Economy didalam Fakultas Sosial dan Ekonomi, sejalan dengan itu HSE Rusia mendukung program studi untuk mempelajari tentang kebijakan Green Economy di Rusia.
  • HSE Rusia menawarkan dosen tamu kepada Surya University.
  • HSE Rusia mengundang Surya University dalam konferensi internasional tahunan yang akan diselenggarakan di bulan Mei 2018.

Rangkaian acara diliput oleh MNC TV iNews. Di akhir acara Universitas dan Embassy Russia mengapresiasi atas penyelenggaran acara yang teroganisir dengan baik oleh Himpunan Mahasiswa Green Economy (HMPS Green Economy) Surya University.

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.