EDS Surya Kembali Menoreh Prestasi di Lomba Debat Bahasa Antar Mahasiswa Se-Jabodetabek 2017

Sudah kali kedua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) English Debating Society (EDS) Surya ikut serta di dalam lomba Debat Bahasa Antar Mahasiswa Se-Jabodetabek, di mana lomba ini merupakan lomba debat dengan format British Parliamentary yaitu setiap tim terdiri dari dua orang debaters. Lomba Debat Bahasa Antar Mahasiswa Se-Jabodetabek sendiri merupakan lomba yang diadakan setiap tahunnya oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra. Pada tahun ini, lomba diadakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 17 hingga 19 Oktober 2017 dan bertempat di kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta dengan mengangkat tema “Bahasa Indonesia sebagai Perekat Kebhinekaan”.

Terdapat satu tim dari UKM EDS Surya yang turut berpartisipasi dalam lomba ini, yaitu dengan anggota Yandri, mahasiswa Physics-Energy Engineering angkatan tahun 2014 dan Yosua Ida Bagus Kurnianto, mahasiswa Green Economy angkatan tahun 2014. Sebelum dapat mengikuti perlombaan, peserta harus berhasil lolos dalam tahap seleksi terlebih dahulu, yaitu berupa pembuatan esai bertemakan perlombaan. Dari hasil seleksi, terpilih sebanyak 23 tim debat dari 23 universitas Se-Jabodetabek yang lolos dan dapat mengikuti perlombaan, beberapa diantaranya tim dari Universitas Indonesia, Universitas Atma Jaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Esa Unggul, dan tentunya Universitas Surya.

Lomba Debat Bahasa Antar Mahasiswa Se-Jabodetabek tahun ini dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak penyisihan yang dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 17 dan 18 Oktober 2017 serta babak semifinal dan babak final yang dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2017. Setelah melalui babak-babak lomba yang cukup ketat, tim Surya berhasil lolos hingga babak final, dan melawan tiga tim debat lain yang berasal dari STIE Indonesia Banking School (IBS), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Babak final dari lomba debat ini mengangkat topik bahasan bahwa bahasa lebih baik menyesuaikan dengan perkembangan zaman daripada menuntut penuturnya untuk mengikuti kaidah yang berlaku. Pada babak ini, tim Surya berada di kubu Closing Opposition (negasi penutup), dan setelah melalui proses debat yang sengit maka tim Surya berhasil meraih juara pertama, dan kemudian disusul oleh tim dari Universitas Negeri Jakarta sebagai juara kedua, dan tim dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA sebagai juara ketiga. Selain berhasil meraih juara pertama, salah satu pembicara dari Tim Surya yaitu Yosua Ida Bagus Kurnianto juga berhasil meraih penghargaan sebagai Best Speaker (pembicara terbaik) dalam perlombaan ini.

 

 

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.