Museum Adventure mobile-app buatan mahasiswa HCI SU menjadi juara dalam Lomba Anforcom di Universitas Diponegoro Semarang

Mahasiswa Surya University Program Studi Human Computer Interaction kembali menorehkan prestasi bergengsi dalam ajang Lomba Anforcom 2017 yang diadakan di Kampus Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Semarang. Dari 8 tim yang masuk dalam babak final lomba tersebut, Tim Debug yang terdiri dari 3 mahasiswa HCI angkatan 2014, Kelvin Kristianto, Kerin Dela dan Alvin Julian berhasil menempati Juara ke-3 dalam Lomba Anforcom 2017 yang diadakan pada tanggal 21 Oktober 2017 kemarin.

Berpikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, merupakan salah satu kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa prodi HCI (Informatika) Universitas Surya. Melihat bahwa kegiatan mengunjungi museum bukanlah sebuah kegiatan yang begitu diminati, padahal museum dapat memberikan banyak pengetahuan bagi para pengunjungnya, maka untuk mengatasi hal ini muncullah ide untuk membuat sebuah aplikasi mobile Museum Adventure yang mengimplementasikan gamifikasi. Gamifikasi dalam aplikasi ini diterapkan dengan memberikan pertanyaan kepada pengguna dan pengguna cukup menjawab dengan menggunakan QR yang ada di setiap objek di dalam museum. Poin-poin yang didapat dalam menjawab pertanyaan dapat ditukarkan dengan reward yang disediakan. Dengan adanya aplikasi mobile Museum Adventure ini akan membuat pengunjung antusias mengunjungi museum dan juga selaras dengan topik lomba Anforcom, yaitu "Membangun Indonesia yang lebih baik dengan campur tangan teknologi sebagai peretas permasalahan yang ada".

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.