Company Visit Prodi Teknik Lingkungan ke Pengolahan Limbah PT PPLI

Pada Senin, 25 September 2017 yang lalu, Dosen dan Mahasiswa Teknik Lingkungan Surya University telah melakukan kunjungan ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Desa Nambo, Bogor, Jawa Barat.

Pada momen dan kesempatan yang berharga ini, para Dosen dan Mahasiswa Teknik Lingkungan Surya University disambut dengan hangat oleh pihak PT Prasadha Pamunah Limbah Industri. Selain itu, ada beberapa agenda yang dilakukan oleh para civitas Teknik Lingkungan Surya University yaitu :

1. Berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung laboratorium, lokasi pengolahan limbah dan secured landfill milik PPLI.
2. Mendapat materi mengenai Limbah B3 dan penanganannya serta sesi tanya jawab dengan Bpk. Muhammad Yusuf Firdaus selaku pembicara yang merupakan salah satu Senior Technical Engineer dan merupakan "Dokter Limbah" di PPLI.

Kunjungan kali ini memberikan pembelajaran berharga karena Mahasiswa dapat terjun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana proses pengolahan limbah dan sebagainya. Bukan saja hanya teori yang diterima tetapi terjun langsung ke lapangan tentunya memberikan dampak yang sangat positif bagi Mahasiswa bila sudah terjun ke dunia pekerjaan.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.