Lagi, makahasiswa NFT SU Menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Mahasiswa jurusan Nutrition & Food Technology (NFT) kembali mengukir prestasi. Kali ini ditorehkan oleh Baiq Mirna Fitriani dan Ainezzahira yang merupakan mahasiswa NFT angkatan 2014. Mereka sukses mendapatkan juara 3 dalam kegiatan Pekan Karya Tulis Ilmiah Nasional (PEKTIN) 2017 di Lombok. PEKTIN merupakan salah satu acara besar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA), Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Unversitas Mataram. Kegiatan ini mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Lokal Guna Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045”, di mana lomba ini dilaksanaan melalui 3 tahap, yaitu: pengiriman abstrak, pengiriman makalah (full paper) dan persentasi dari peserta yang lolos pada grand final hasil dari seleksi makalah. Sebagai korelasi dengan tema besar dan pengerucutan fokus bidang, PEKTIN menyediakan 3 sub-tema, yaitu pangan kemasyarakatan, pangan industri, dan pangan fungsional.
 
Pada kegiatan ini, Mirna dan Ainez membawakan judul karya tulisnya yaitu “Snack Bar (Granola Batatas Bar) sebagai Makanan Selingan Berbasis Pangan Lokal Indonesia”. Berawal dari pengiriman abstrak pada Agustus lalu, kemudian lolos seleksi bersama 29 judul lain untuk mengirimkan makalah. Dalam penyusunan makalahnya, Mirna dan Ainez dibimbing oleh Warsono El Kiyat, S.TP, M.Si. yang merupakan dosen NFT. Mereka menciptakan snack bar yang terbuat dari ubi jalar, hingga akhirnya berhasil lolos di tahap grand final untuk mempresentasikan makalah beserta produknya bersama dengan 9 finalis dari perguruan tinggi lain, seperti: Unversitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jember, Universitas Tanjungpura,  dan Universitas Ahmad Dahlan.

Para finalis diundang ke Lombok untuk mengikuti serangkaian acara PEKTIN yang telah disiapkan oleh panitia. Hari pertama diisi dengan kegiatan pembukaan dan presentasi hasil karya finalis di Universitas Mataram. Presentasi dinilai oleh beberapa juri yang merupakan dosen dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Unversitas Mataram. Kemudian hari kedua terdiri dari acara field trip dan gala dinner, dimana para finalis diajak mengelilingi tempat wisata di Lombok. Kemudian di hari terakhir, yaitu pada tanggal 1 Oktober 2017 terdiri dari serangkaian acara seminar nasional, pengumuman pemenang dan penutupan acara PEKTIN 2017. Seminar nasional dibawakan oleh Ir. Zainuri, PGDip., M.App.Sc., Ph.D, salah satu juri yang menilai presentasi para finalis, yang mendiskusikan mengenai permasalahan pangan Indonesia pada saat ini, dan bagaimana stragtegi para pemuda dalam mengatasi masalah tersebut. Dari 10 finalis yang telah melakukan presentasi hasil karyanya, pemenang PEKTIN 2017 jatuh pada mahasiswa Universitas Jember pada posisi juara 1 dan juara 2, sedangkan Universitas Surya mendapatkan juara 3.

Produk tim Universitas Surya yang bernama Granola Batatas Bar atau disingkat menjadi “Grabbar” merupakan salah satu inovasi makanan selingan yang berbasis pangan lokal Indonesia. Penggunaan ubi jalar yang dijadikan sebagai bahan utama produk ini bertujuan untuk meningkatan diversifikasi pangan Indonesia. Selain itu, produk ini juga mampu meningkatkan nilai perekonomian Indonesia dengan menciptakan home industry produk tersebut, yang  berdampak juga pada aspek sosialnya yaitu  membuka lapangan pekerjaan. Produk snack bar merupakan makanan ringan berbentuk batang yang memiliki kalori dan protein yang tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh. Grabbar terdiri dari bahan lokal, yaitu ubi jalar, kurma, gula palm, kacang-kacagan dan biij-bijian yang memiliki kaya serat sehingga mampu membuat rasa kenyang yang lebih lama. Produk ini disajikan dengan nilai kepraktisannya, sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh konsumen yang tingkat mobilitas nya tinggi. Walaupun sibuk, namun asupan gizi tetap terpenuhi dengan adanya produk Grabbar. 

Berita Lainnya