Mahasiswa Teknik Fisika SU Berhasil Menjadi Juara 3 di OSN Pertamina

Krisis Energi yang dialami negara Indonesia membuat 3 mahasiswa Surya University tergerak  untuk membuat alat yang dapat diimplementasikan di masyarakat umum. Teknologi mesin pembuat biodiesel dengan menggabungkan dua teknologi canggih , yaitu mikrokontroller arduino dan ultrasonic kian dikembangkan oleh 3 mahasiswa tersebut. Tim yang beranggotakan Yosua Setiawan sebagai ketua tim berkolaborasi dengan Christopher Harlim serta Hery Steven, dua kawannya dari Teknik Fisika  Energi Surya University dan dibimbing langsung oleh Dr.Ing.Pudji Untoro (Ketua CIC) dalam pembuatan prototype mesin pembuat biodiesel ini. Jika Yosua berfokus pada pembuatan biodiesel dengan kualitas baik, Christopher Harlim sebagai desain alat dan pemograman data serta Hery Steven sebagai perancang sistem kerja alat dan bahan, maka tim ini memastikan bahwa inovasi ami dapat diimplementasikan di masyrakat umum.

Pada awalnya bahan dasar yang akan digunakan adalah minyak bekas/minyak jelantah, sehingga dapat dipastikan mesin ini dapat mengubah sesuatu yang tidak berguna lagi menjadi biodiesel.Namun untuk prototype pertama dibatasi permasalahnnya sehingga menggunakan minyak baru/ Palm oil terlebih dahulu. Dengan arahan dari pak pudji untoro selaku pembimbing, maka mesin pembuat biodiesel ini akan diikutsertakan dalam perlombaan OSN-Pertamina Project Sains Regional ASEAN 2016. Perlombaan diawali dengan mengirimkan proposal pada 30 September 2016. Selanjutnya, dari 262 tim yang berasal dari seluruh ASEAN dipilih menjadi 45 besar untuk memasuki tahap wawancara oleh juri Pertamina. Alat yang kami beri nama “Automated Production Biodiesel Using Arduino and Ultrasonic From Palm Oil” tak disangka memasuki tahap grand final yaitu 18 besar dan dibiayai langsung oleh pertamina dalam pembuatan protoypenya.  

Pengerjaan alat yang  dimulai dari pengumuman tahap grand final hingga hari perlombaan berjarak sekitar 1 bulan. Perlombaan grand final yang berlokasi di Hotel Bumi Wiyata,Depok pada tanggal 19 – 21 November 2016 dan 22-25 November 2016 di Wisma Pertamina simprug, Jakarta menyatukan 18 tim project sains dari seluruh daerah di ASEAN. Pada tahap ini dilakukan tahap presentasi dan wawancara oleh para yang berasal dari UI (Universitas Indonesia), NUS (National University of Singapore), dan Pertamina. Pada perlombaan OSN-Pertamina 2016 ini Tim Surya University dapat penghargaan sebagai juara 3 Se-Regional ASEAN.

 

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.