Mahasiswa HCI-SU terpilih mengikuti Nagaoka Summer School for Young Engineers 2016 (NASSYE)

Satu lagi prestasi ditorehkan oleh mahasiswa Surya University. Salah satu mahasiswa Prodi Human Computer Interaction (HCI), Hani Luliana, terpilih sebagai salah satu peserta dalam program Nagaoka Summer School for Young Engineers 2016 (NASSYE) di Jepang. Program NASSYE ini diadakan selama 10 hari terhitung dari tanggal 22 Agustus 2016 hingga 31 Agustus 2016 di Nagaoka, Jepang. Peserta NASSYE 2016 terdiri dari 21 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai negara.

Dalam program tersebut, Hani yang mengangkat topik riset Bio-signal feedback interface: theory and application dalam proposal penelitiannya dibimbing oleh Profesor Nomura Shusaku. Hani berkesempatan mendapat pembelajaran tentang teori-teori yang melandasi sistem bio-signal feedback dan diperkenalkan dengan berbagai sistem bio-signal feedback yang telah dikembangkan oleh para peneliti dari laboratorium Ambient Biomedical Engineering di bawah Departement Management and Information Systems Engineering, Nagaoka University of Technology (NUT).

Selain beraktivitas di laboratorium, selama 2 hari peserta juga mengunjungi tiga perusahaan besar yaitu Union Tool, East Japan Railway Company Shinanogawa Power Plant, di mana peserta melihat secara langsung sistem pembangkit listrik tenaga air yang memproduksi energi listrik untuk menggerakkan seluruh kereta JR di Jepang bagian timur, dan Snow Peak. Peserta juga mengunjungi Niigata Prefecture Museum of History. Pada hari terakhir, setiap peserta mendapatkan kesempatan mempersentasikan apa yang mereka dapat selama program NASSYE 2016 tersebut. Selamat untuk Hani dan teruslah berkarya untuk Indonesia Jaya.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.