STEM Education: DNA the Amazing Molecule di Bandar Lampung

Tim Interdisciplinary Life Science Laboratory (ILSL) dari Fakultas Ilmu Hayati Universitas Surya beserta pendampingnya, Dr. Fransiskus X. Ivan, kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk siswa-siswi SMA. Kali ini, kegiatan edukasi STEM diadakan di dua SMA di Bandar Lampung, yaitu SMAK Penabur Bandar Lampung dan SMA Tunas Mekar Indonesia, pada tanggal 30 Agustus 2016 dengan membawakan tema yang sama dengan acara bulan April lalu, yaitu DNA: The Amazing Molecule. Pelaksanaan kegiatan yang disponsori oleh USAID ini diikuti oleh kurang lebih 100 siswa-siswa beserta beberapa guru pendamping.

Acara dimulai dengan Introduction to DNA oleh Vinska Talita dengan tujuan mengakrabkan peserta dengan konsep-konsep dasar DNA. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi mengenai aplikasi-aplikasi dari teknologi DNA, yakni presentasi Synthetic Biology oleh Isadonna Fortune Tengganu, DNA Forensics and Bioinformatics oleh Evans Jahja, dan DNA Origami oleh Fransiskus X. Reinhart. Selain presentasi, para peserta juga melakukan beberapa permainan yang telah disiapkan oleh tim ILSL untuk mempermudah pemahaman materi yang telah diberikan. Acara ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa-siswi SMA mengenai aplikasi-aplikasi dari teknologi DNA dan komputasi.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.