Seminar: Aplikasi dan Prospek Rekayasa Bioproses

Seminar internal “Aplikasi dan Prospek Rekayasa Bioproses” merupakan seminar internal kedua dari rangkaian seminar ”Chemical Engineering Seminar Series” yang sebelumnya telah diadakan pada tanggal 22 April 2016. Seminar ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa program studi Teknik Kimia mengenai aplikasi dan prospek kedepannya dari rekayasa bioproses. Seminar ini diadakan pada 9 Juni 2016 di ruangan 203, gedung Unity, dengan pembicara adalah Bapak Yalun Arifin, Ph.D dari Curtin University Sarawak, Malaysia.
Seminar dimulai pada pukul 16.30 di ruangan 203, gedung Unity dengan peserta mahasiswa program studi Teknik Kimia. Selama 45 menit pertama, Bapak Yalun Arifin membahas tentang pemetaan bioproses, keuntungan dan kerugian teknik bioproses serta rekayasa genetik. Bapak
 
Yalun Arifin juga mempertontokan video tentang “Genome Editing with CRISPR-Cas9”. Video ini memberikan pengetahuan tentang pengeditan genom yang dilakukan dengan teknologi terbaru, yaitu CRISPR/Cas9. Kemudian, 15 menit terakhir digunakan sebagai sesi tanya jawab. Seminar internal ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Bapak Yalun sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih dan foto bersama antara Bapak Yalun Arifin dengan seluruh peserta seminar.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.