Seminar Pembangunan Karakter Diri oleh BEM Surya University tentang "Love, Sex and Dating: Sex from Psychology Perspective"

Seiring perkembangan teknologi di era globalisasi ini, peredaran informasi semakin mudah dan cepat. Berbagai informasi juga dapat diakses melalui internet, termasuk informasi yang relatif negatif.

Kebanyakan dari mahasiswa Surya University adalah pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keadaan itu menuntut untuk mandiri dan tinggal sendiri jauh dari pengawasan orang tua. Sebagai salah satu generasi penerus bangsa, Badan Eksekutif Mahasiswa Surya University (BEM-SU) peduli akan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan dari derasnya arus informasi, terutama pada dampak negative yang mungkin terjadi.

BEM-SU mengadakan seminar love, sex and dating dalam rangka membentuk karakter yang baik dan benar dalam bergaul dan berpacaran pada hari Rabu (25/02). Dengan tema "Love, Sex and Dating: Sex from Psychology Perspective", pembicara dalam seminar ini adalah Bapak Binsar Sihite, S.Th.,M.Th. dan mengedukasi mahasiswa melalui kacamata psikologi untuk bisa mengeksplorasi dunia seksualitas secara lebih mendalam.

Bapak Binsar menjelaskan bahwa persentase bencana seks bebas yang terjadi di kalangan remaja Indonesia sangat besar dan memprihatinkan. Karena itu bencana sosial tersebut harus segera dibenahi. Banyak remaja berusia sekitar 12-20 tahun yang tidak memahami arti sebenarnya dari cinta, seks dan kencan adalah salah satu penyebab hal–hal diatas dapat terjadi.

Tingkat pembahasan bagi mahasiswa bukan hanya sebatas mengetahui penyakit-penyakit yang akan terjadi dan kerugiannya namun memberikan suatu nilai kehidupan yang harus kita hormati sebagai makhluk Tuhan yang mulia”, ungkap Bapak Binsar.

Seminar yang komunikatif, seru, dan membangun tersebut tidak hanya berhenti sampai penjelasan Bapak Binsar selesai, tetapi juga tetap dilanjutkan kembali dengan sesi tanya jawab yang berlangsung menarik dan semangat. Mahasiswa yang aktif dan kritis dalam memberikan pertanyaan membuat suasana semakin ramai karena para mahasiswa benar-benar memberikan pertanyaan yang diambil dari kehidupan yang terjadi disekitarnya.

Walaupun seminar ini merupakan seminar perdana BEM-SU tahun 2015, program ini berhasil menarik perhatian dan antusias dari mahasiswa-mahasiswa Surya University dan diharapkan melalui proram ini juga dapat menjadikan generasi muda yang aktif sebagai langkah awal untuk menerapkan “Hidup Sehat Tanpa Sex Bebas”.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.