Sustainability and Energy Efficiency for Green Economy

Universitas Surya, sebagai universitas yang berbasis riset yang berkonsep Green harus mendorong keberlanjutan dan efficiency penggunaan energi. Penggunaan efficiency energi tidak hanya dilakukan oleh para pelaku industri, atau pakar energy melainkan juga harus dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. Mengingat cadangan energi di bumi saat ini telah mendekati batas kritisnya sehingga harus dilakukan energy efficiency demi keberlanjutan di sektor energi. Pada semester ganjil ini, mahasiswa program studi Green Economy mendapatkan mata kuliah manajemen energy dan audit yang turut mengajarkan mahasiswa tentang kiat-kiat energy efficiency.

Sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mengenai energy efficiency, maka program studi Green Economy mengadakan Guest Lecture yang diselenggarakan pada hari Jumat, 27 November 2015. Dalam Guest Lecture ini turut menghadirkan 3 pembicara hebat diantaranya Bapak Michael Putrawenas yang menrupakan Senior Manager Commercial Strategy Shell Upstream Indonesia, Rauf Prasodjo yang merupakan Manager Indonesia Palm Oil, UNDP, serta  Hans Smith yang merupakan Multi Country coordinator for Commodities and climate change. Guest Lecture yang bertema “Sustainability and Energy efficiency” ini dimoderatori oleh Bapak Adam Bakhtiar, M.Si. yang merupakan dosen di Universitas Surya.

Dalam seminar ini, pemateri memberikan materi dengan judul yang berbeda-beda dan menarik. Pemateri pertama adalah bapak Michael Putrawenas yang memaparkan materi mengenai “Sustainability and Energy efficiency”. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa kita harus merubah asumsi bahwa tidak perlu meningkatkan jumlah konsumsi energy yang tinggi untuk meningkatkan output, sebagai contoh adalah negara China yang stabil penggunaan energinya tetapi tingkat outputnya naik. Beliau juga menyampaikan bahwa masalah utama yang dihadapi yaitu adalah population growth dan economic growth. Pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 10 miliar jiwa sehingga dapat menyebabkan gap antara supply and demand energi yang tinggi. Beliau juga meyampaikan bahwa semua itu tidak dapat diubah dalam waktu dekat, perubahan pola efficiency energy membutuhkan jangka waktu yang relatif lama karena harus membangun infrastruktur dan merubah kebijakan. Sebagai akhir dalam penyampaian materinya, beliau menegaskan bahwa yang dapat dilakukan saat ini adalah inovasi seperti aktifitas energi ramah lingkungan (hydro energy, solar panel, bio thermal energy) agar terhindar dari krisis energy pada tahun 2050.

Setelah pemaparan dari bapak Michael Putrawenas, pemateri kedua adalah bapak Rauf Prasodjo dengan topik sustainability in the land use, land use change, and forestry (LULUCF) sector in Indonesia. Dalam materinya, bapak Rauf menyampaikan bahwa Palm menjadi komoditi utama yang diubah menjadi vegetable oil dan produksi palm oil terbesar berada di wilayah Asia. Beliau juga menyebutkan bahwa masa produksi palm oil tentu akan mengakibatkan deforestrasi. Hal inilah yang menjadi tantangan kita bersama. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengurangi risiko deforestasi. Selain itu, dalam akhir pembahasannya, beliau menghimbau kepada kita semua untuk menjaga hutan terlebih lagi mengurangi kebakaran hutan.

Pembicara selanjutnya adalah Mr. Hans Smith yang menyampaikan materi mengenai solusi energy efficiency. Dalam pembukaannya beliau menjelaskan mengenai organisasi SNV yaitu organisasi non-profit yang membantu orang-orang miskin dan mengurangi kemiskinan serta pengembangan mengenai renewable energy. Fokus organisasi ini adalah pada agriculture renewable energy dan water sanitation with hygiene. Beliau menyebutkan bahwa limbah dari produk agricultural bisa dijadikan sebagai energy. Beliau juga menyebutkan bahwa terdapat 3 elemen kunci untuk menerapkan konsep keberlanjutan dan mengurangi kemiskinan diantaranya berproduksi dengan memberikan dampak kepada seluruh kalangan, memberikan insentif kepada petani kecil dan membantu mengembangkan rantai suplai yang lebih panjang agar petani dapat meningkatkan kesejahteraannya, serta berinovasi untuk menemukan cara-cara terbaru memanfaatkan limbah agricultural. Beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi emisi untuk mencapai tujuan penerapan Green Economy di berbagai Negara (***).

Berita Lainnya