Mahasiswa Green Economy Dan Agribusiness Company Visit Ke PT Charoen Pokphand Indonesia

Hari Rabu (16/9), Mahasiswa Progam Studi Green Economy dan Mahasiswa Progam Studi Agribusiness melakukan kunjungan ke PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang berada di kawasan industri Modern Cikande. Sejarah perusahaan dimulai dengan memproduksi pakan ternak terbesar pertama di Jakarta sejak tahun 1972. Saat ini perusahaan mengembangkan usaha dibidang pembibitan ayam serta memproduksi makanan ayam olahan yang berkualitas tinggi. Tiga merek produknya dari food division adalah Golden Fiesta, Fiesta, dan Champ, dengan produknya berupa ayam bumbu, nugget, bakso, dan sosis.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, peserta tiba di pabrik yang telah berdiri sejak tahun 1997. Kunjungan industri dilakukan dengan berkeliling ke tiga pabrik dimulai dari divisi pemotongan ayam, proses pembuatan serta pengemasan nugget dan sosis. Untuk memasuki area pabrik terdapat peraturan yang sangat ketat yang harus dijalankan oleh setiap peserta. Sebelum memasuki pabrik, peserta diwajibkan melewati ruangan steril yang berfungsi sebagai metal detector untuk mensterilkan tubuh dan mencuci tangan terlebih dahulu.

Setiap hari pabrik menerima sekitar 80.000 ekor ayam dengan berat 1,9 - 2,2 kg yang berasal dari peternakan yang dimiliki oleh PT Charoen Pokphand Indonesia maupun dari peternakan yang bermitra dengan perusahaan. 80.000 ekor ayam tersebut kemudian dipotong oleh 12 orang yang telah tersertifikasi oleh MUI dan dipotong dengan cara yang halal. Setelah dibersihkan, ayam kemudian dipotong dengan mesin sesuai dengan keperluan masing-masing produk, contoh bagian sayap akan dibuat menjadi produk spicy wings dan bagian dada diolah menjadi nugget dan bakso.

Setiap merek produk menggunakan jumlah kandungan ayam yang berbeda-beda, merek Golden Fiesta terdiri dari 80% ayam, Fiesta 70% ayam, serta merek Champ terdiri dari 50% ayam dan sisanya bahan lain seperti tepung dan bumbu.

Setelah melihat divisi pemotongan ayam, berikutnya peserta memasuki divisi proses dan pengemasan nugget. Ayam-ayam yang sudah diolah menjadi nugget akan dicetak menjadi bentuk-bentuk unik, kemudian dilumuri dengan tepung khusus dan tepung roti selanjutnya digoreng. Proses semua tersebut dilakukan dengan mesin-mesin canggih berteknologi tinggi dan cepat. Nugget-nugget yang telah jadi, setelah itu dikemas dengan mesin otomatis yang cepat. Setiap hari pabrik mampu memproduksi 60 ton nugget.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan melihat divisi pembuatan sosis, dimulai dari proses pembuatan sosis, sosis dipanaskan dan didinginkan dalam tabung-tabung besar tertutup, kemudian dilanjutkan proses pengemasan yang dilakukan oleh banyak karyawan. Kapasitas pabrik mampu memproduksi sekitar 45 - 50 ton sosis per hari.

Setelah selesai berkeliling, peserta diberikan penjelasan lebih lanjut tentang profil perusahaan melalui video dan penjelasan singkat dari pihak manajemen. Bapak Zahrudin selaku kepala divisi slaughterhouse memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan dari para peserta yang antusias ingin mengetahui lebih dalam tentang perusahaan. Bapak Zahrudin juga menjelaskan bagaimana perusahaan melakukan CSRnya dengan pemberian beasiswa, kegiatan sunatan massal, buka bersama, dan kegiatan sosial lainnya kepada masyarakat disekitar pabrik. Selain itu, beliau juga memberikan penjelasan mengenai proses pembuangan limbah pabrik. Limbah asap dan limbah minyak dari pabrik diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Proses pembuangan limbah telah mengikuti standarisasi dan prosedur ramah lingkungan.

Bapak Zahrudin juga menjelaskan sekilas kisah yang terjadi di tahun 2005, dimana pada saat itu Indonesia mengalami wabah flu burung dan mengakibatkan impor produk olahan ayam menurun. Pada saat itu, justru PT Charoen Pokphand Indonesia berhasil mempertahankan eksistensinya, karena unggas-unggasnya diternak sendiri oleh perusahaan sehingga tetap terjamin mutu kualitasnya serta tidak terjangkit flu burung. Akhirnya pada tahun 2005 PT Charoen Pokphand Indonesia berhasil memenangkan tender sebagai supplier ayam untuk restoran siap saji KFC. Hingga saat ini PT Charoen Pokphand Indonesia telah menyuplai produknya ke berbagai restoran ternama seperti Pizza Hut, KFC, dan Bakmi GM.

Kunjungan industri diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Surya University kepada PT Charoen Pokphand Indonesia serta foto bersama. Kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan manfaat pendidikan kegiatan industri yang berkelanjutan (sustainability) kepada seluruh mahasiswa (***).

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.