Seminar: State of the Art Solar Photovoltaics Manufacturing Industry

Pada tanggal 8 November 2013, Program Studi Teknik Fisika, Universitas Surya menyelenggarakan kegiatan research day, yaitu kegiatan seminar penelitian dari para peneliti satu hari dalam seminggu. Seminar ini mengambil tema “State of the Art Solar Photovoltaics Manufacturing Industry”.

Pembicara pada seminar ini ialah Dr. Martin Spinrath seorang  Profesor di bidang fisika teori yang berasal dari Swiss. Seminar ini dihadiri utamanya oleh dosen Program Studi Teknik Fisika yang terdiri atas Dr. Rudi Irawan, Dr. Eng. Niki Prastomo, Vincent Adhi Handara, M.Sc., dan Jeffrey Tanudji, M.Sc. dan dosen-dosen dari Prodi lainnya, serta segenap mahasiswa Universitas Surya dari berbagai jurusan, .

Sel surya merupakan salah satu energi terbarukan yang memanfaatkan energi cahaya matahari sebagai sumbernya. Sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Pada seminar ini dipaparkan mengenai sel surya, mulai dari teori dasar hingga pembuatan sel surya. Selain itu, dipaparkan juga terkait lembaga penelitian dan pendidikan yang bergerak di bidang fisika partikel yaitu CERN yang berada di Itali.

Untuk kedepannya, diharapkan Fakultas Teknik, terkhusus Program Studi Teknik Fisika bisa bekerja sama lebih lanjut dan mengembangkan teknologi sel surya serta penelitian di bidang fisika partikel bersama CERN.

Berita Lainnya

Wisuda II & Dies Natalis V - 13 Oktober 2018
Universitas Surya kembali meluluskan 299 mahasiswa dalam wisuda kedua tahun ini, yang berlangsung di Hotel Olive, Tangerang, Sabtu, 13 Oktober 2018. Sebanyak 84 wisudawan berhasil mendapatkan predikat pujian atau cum laude. Wisuda II tahun ini mengusung tema:"Generasi Indonesia Jaya Menjunjung Kebhinekaan". rnrn"Proses pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan pendidik yang berkualitas sebagai faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi untuk mencapai Indonesia jaya," kata pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya. Para wisudawan, kata Prof Yohanes Surya, diharapkan tetap memegang nilai-nilai kebhinekaan, jangan membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan berbagai hal yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat yang bisa merusak persatuan.rnrn"Nilai kebhinekaan inilah yang akan mempersatukan para wisudawan di tempat berkarya. Ada suatu kebebasan yang wisudawan akan alami ketika mereka menanamkan nilai ini dalam hidup mereka. Para wisudawan akan terlepas dari belenggu primordialisme, dari belenggu egoisme yang hanya mau menang sendiri, dan belenggu pertengkaran," tambahnya.