CURRENT NEWS

Bertanya tentang Neurosains

DR.Taruna YTH,
 
Perkenalkan nama saya X, pelajar SMU di Semarang. Begini, dok, saya membaca di situs website tentang neurosains. Nah, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
 
a. Sebenarnya neurosains itu apa sih? Apakah hanya mempelajari otak dan saraf saja?
b. Ke depannya bagaimana prospek neurosains ini?
c. Apa kalau belajar neurosains itu sama dengan dokter atau ahli saraf?
d. Kalau mau jadi ahli neurosains itu apakah harus dari jurusan IPA?
e. Dimana jurusan neurosains terbaik (baik nasional maupun internasional) bila nantinya saya ingin kuliah di jurusan ini?
 
Terimakasih, atas penjelasannya.
 
Salam, X.
 
Jawab:
 
Terimakasih atas pertanyaan adik, selanjutnya jawaban kami secara berurutan, sbb:
 
a)       Sebenarnya neurosains itu apa sih?
 
Jawaban:
 
Apakah hanya mempelajari otak dan saraf saja? Neurosains itu sebenarnya adalah perkembangan dari ilmu biologi manusia yang bersumber dari ilmu kedokteran, demikian pula akar dari ilmu psikologi, dan juga ilmu biologi. Tiga ilmu ini merupakan akarnya neurosains. Neurosains itu sendiri adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Otak itu merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron. Otak adalah organ yang sangat penting dan mengatur seluruh aspek kehidupan mahluk hidup, baik manusia maupun binatang. Semua gerakan tubuh kita dikontrol oleh otak. Kita mau makan, tidur, belajar, berpikir, berperasaan, sampai berpikiran inovatif dan menemukan segala sesuatu, senantiasa dimulai dari otak. Neurosains mempelajari semua hal yang berkaitan erat dengan fungsi otak, intelektual, dan kesadaran manusia. 
 
Sebagai contoh, pada program pendidikan strata satu (S 1) di Surya University, mahasiswa akan mengikuti proses pendidikan atau perkuliahan yang akan berjalan melalui tahapan-tahapan yang terencana. Di tahun pertama, mahasiswa akan belajar sejumlah mata kuliah umum. Ada bahasa, etika budaya, teknik penulisan publikasi ilmiah, wawasan keilmuan hayati, dan lain sebagainya. Selanjutnya di tahun kedua, akan mengikuti kuliah dasar kekhususan. Ini menanamkan pelajaran ilmu kehidupan yang berhubungan erat dengan neuroscience. Seperti biologi, fisika, biokimia, kimia organik, anatomi hewan dan manusia, fisiologi (fungsi bagian-bagian otak) manusia, bioteknologi, bahkan ada kuliah metode statistik pada penelitian ilmu biologi. Kemudian di tahun ketiga, akan mengikuti kuliah kekhususan neuroscience, seperti: pengantar filsafat, pengantar penelitian, anatomi (bentuk dan struktur otak), fisiologi, farmakologi, dan penerapan neuroscience dalam kehidupan. Kemudian di tahun terakhir/tahun keempat, mahasiswa akan dipersiapkan menjadi ahli otak atau neurosains yang sebenarnya. Mahasiswa akan mengikuti magang di laboratorium dan praktikum mandiri pada sembilan laboratorium utama, yaitu: laboratorium neuro anatomi, fisiologi neuroscience, molecular and cellular neurobiology, neuropersepsi, learning and psychomotoric, kedokteran neuroscience, komputer neuroscience, sensasi dan persepsi, dan farmakologi neuroscience. Yang terakhir pastinya adalah tugas akhir atau skripsi.
 
b)      Kedepannya bagaimana prospek neurosains ini?
 
Jawaban:
 
Prospek atau masa depan ahli neurosains, “Kalau lulus dari sub-prodi ini, alumninya dapat bekerja di berbagai bidang / di banyak tempat. Karena akarnya tadi ada tiga ilmu, jadi mereka bisa bekerja di tempat-tempat yang berhubungan dengan ilmu kesehatan, baik kedokteran, psikologi, maupun biologi.” 
 
Peluang sangat terbuka lebar, misalnya terlibat di dalam penciptaan obat-obat yang menyembuhkan penyakit otak. Jika berminat melanjutkan hingga ke jenjang S2 dan S3, maka bidang pekerjaanmu menjadi lebih beragam lagi. Juga bisa menjadi asisten dokter yang berhubungan dengan neurosains, atau menjadi asisten ahli saraf. Peluang terbuka lebar juga untuk memasuki bidang farmasi dan genetik (farmakogenomik-farmakogenetik) terutama di dalam menemukan biomarker serta treatment (pengobatan-pencegahan) yang berkaitan dengan semua penyakit dan gangguan otak. 

 
Mengingat ahli neurosains di Indonesia masih sedikit, terutama jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk dan epidemiologi penyakit-gangguan otak, maka tentunya ahli neurosains di Indonesia sangat berpeluang memiliki peran penting dan menempati  posisi yang sangat strategis.
 
 
c)      Apa kalau belajar neurosains itu sama dengan dokter atau ahli saraf?
 
Jawaban:
 
Belajar neurosains, berbeda dengan belajar di kedokteran untuk menjadi ahli penyakit saraf. Pada pendidikan jenjang strata satu neurosains, diharapkan para alumninya menjadi pakar di bidang ilmu neurosains yang sangat luas tersebut. Demikian pula, jika ingin melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang S2 dan S3, maka bidang pekerjaan kamu menjadi lebih beragam. Kalau ingin melanjutkan studi ke bidang psikologi, bisa menjadi psikolog. Kalau mau melanjutkan ke pendidikan kedokteran, peluangnya amat terbuka. Yang tentu saja dimulai dari belajar di fakultas kedokteran jadi dokter ahli saraf kelak.
 
d)      Kalau mau jadi ahli neurosains itu apakah harus dari jurusan IPA?
 
Jawaban:
 
Untuk melanjutkan pendidikan ke program neurosains, tidak harus berasal dari jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), karena pendidikan neurosains menyangkut semua aspek kehidupan, mulai dari molekuler hingga komunitas.
 
e)      Dimana jurusan neurosains terbaik (baik nasional maupun internasional) bila nantinya saya ingin kuliah di jurusan ini?
 
Jawaban
 
Program pendidikan neurosains untuk program sarjana S1 (strata satu) baru ada di Surya University, Indonesia. Sedangkan untuk jenjang S2 atau master ada di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dll. Selanjutnya dalam konteks internasional, ada beberapa perguruan tinggi terkenal seperti di University of California, Harvard University, di Amerika Serikat.
 
 
 
Demikian jawaban kami, semoga jawaban ini memuaskan, dan dapat menjelaskan rasa ingin tahu anda tentang neurosains.
 
 
 
Salam,
 
Dr. Taruna Ikrar, MD., M.Pharm., PhD
Director Brain Circulation Institute of Indonesia (BCII)
Head Division of Neurosciences, Surya University
http://www.surya.ac.id/biotech/staff-directory.php?sid=13
International Affiliation, Division of Interdisciplinary of  Neurosciences
University of California, Irvine, USA
http://www.linkedin.com/pub/taruna-ikrar/10/9a5/817
 
 
 
Tulisan DR. Taruna Ikrar ini telah dimuat di: 
http://netsains.net/2013/07/bertanya-tentang-neurosains/
pada tanggal 1 Juli 2013.